PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat komitmen dalam pengelolaan hutan dan pemanfaatan potensi ekonomi dari perdagangan karbon.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng menggelar Pelatihan Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan (GANISPH) Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon, Kamis (19/6).
Kepala DLH Kalteng, Joni Harta, saat membuka pelatihan secara resmi, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghitung pengurangan emisi karbon dari kawasan hutan.
“Kita ingin SDM kita sendiri yang mampu menghitung pengurangan emisi, jangan hanya bergantung pada pihak luar. Ini penting agar Kalteng benar-benar memperoleh manfaat maksimal dari perdagangan karbon,” ujarnya.
Joni juga mengungkapkan, bahwa Kalteng telah menerima dana karbon sebesar 5 juta dolar AS, yang dialokasikan untuk program strategis seperti Kampung Iklim, reboisasi, pengelolaan sampah serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Lebih lanjut, Ia berencana menjalin kerja sama dengan POKJA REDD+ Provinsi Jambi untuk memperluas skema pendanaan.
“Kami akan ke Jambi, belajar dari mereka dan meminta dukungan POKJA REDD+. Targetnya, Kalteng bisa mendapatkan tambahan dana REDD+ sebesar 30 juta Euro,” tutupnya. (ifa/abe)