PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan mendorong Bank Kalteng, untuk lebih proaktif dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM. Ia menilai Bank Kalteng, sebagai bank daerah, belum optimal dalam mensosialisasikan program pembiayaan dan layanan digital kepada masyarakat.
Bambang menyoroti minimnya sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan transaksi digital menggunakan QRIS Bank Kalteng kepada pelaku UMKM.
“Bank Kalteng harus aktif turun ke lapangan, mensosialisasikan program KUR dan QRIS mereka agar bisa diserap masyarakat UMKM,” ucapnya, Senin (30/6/2025).
Ia mengamati, dominasi bank-bank nasional konvensional dalam layanan perbankan di ruang publik seperti Car Free Day (CFD), sementara Bank Kalteng yang seharusnya menjadi garda terdepan layanan keuangan daerah, dinilai belum maksimal memanfaatkan potensi tersebut.
“Ini lemah sekali. Di CFD, orang lebih banyak pakai QRIS BCA atau BNI. Padahal, Bank Kalteng bisa mendapatkan pemasukan dan masyarakat mendapat kemudahan pinjaman,” lugasnya.
Bambang mengingatkan Bank Kalteng untuk mengurangi ketergantungan pada penyertaan modal dari pemerintah daerah. Ia meminta manajemen bank untuk melakukan terobosan, memperluas layanan, dan memastikan penyaluran KUR berjalan maksimal.
“Jangan hanya setiap tahun mengandalkan penyertaan modal pemerintah. Mereka harus mapan dan mandiri, harus kerja,” ujarnya.
Meskipun tidak secara eksplisit menyatakan Bank Kalteng stagnan, Bambang menekankan bahwa bank yang berkembang seharusnya tidak bergantung pada dukungan modal rutin dari pemerintah.
“Kalau mau berkembang dan kuat, tidak akan ada penyertaan modal setiap tahun. Logikanya begitu. Mereka harus fokus pada penyerapan KUR dan program QRIS,” tandasnya. (rdi/rdo)