/

Disdik Siapkan 20.000 Kuota Beasiswa Tabe Berkah 

Plt. Kadisdik Provinsi Kalteng M.Reza Prabowo.
Plt. Kadisdik Provinsi Kalteng, M.Reza Prabowo. (FOTO: IFA/PE)

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi  Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, memberikan program tabungan beasiswa (Tabe) Berkah. Tak tanggung-tanggung kuota mencapai 20.000 mahasiswa. Baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Kalteng, M. Reza Prabowo,  menyampaikan, bahwa program Tabe Berkah ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi, mahasiswa yang menempuh tugas akhir, maupun mahasiswa kewirausahaan muda. 

Ia mengatakan, ini merupakan program bidikmisi Pemprov Kalteng pada tahun 2024, yang diperuntukkan untuk memudahkan akses bagi masyarakat luas khususnya mahasiswa, melalui aplikasi yang diberi nama Tabe Kalteng yang dapat diunduh di playstore.  

“Aplikasi Tabe merupakan sistem pendataan calon peserta penerima bantuan tabungan beasiswa berkah. Yang dimana, diberikan kepada mahasiswa dalam beasiswa tersebut proses penyalurannya dalam setahun dengan tiga kali tahapan,” ujarnya. 

Ia mengatakan, beasiswa program tabe ini dulunya memiliki nama bidikmisi Kalteng berkah, namun sekarang pihaknya secara resmi mengganti nama tersebut dengan harapan branding yang baru tersebut memiliki semangat baru.  

“Yang paling penting dari beasiswa tabe ini dibuat dengan sistem elektronik untuk memudahkan semua mahasiswa bisa mengakses beasiswa tabe tersebut, dan meminimalisir penggunaan kertas berkas,” ucapnya. 

Ia membeberkan, untuk alokasi tabe berkah tersebut nilainya jauh lebih besar daripada program beasiswa bidikmisi Kalteng berkah, yang dimana, untuk bidik misi Kalteng berkah kuota hanya 6.100 orang dengan nilai hanya Rp 1.500.000. Namun, berbeda dengan tabe berkah, diakui telah terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 20.000 kuota, dengan nilai Rp 7.500.000. 

“Untuk Bidikmisi Kalteng Berkah dulu itu usulannya lewat perguruan tinggi, sehingga ini kita evaluasi untuk memberikan keleluasaan kepada mahasiswa agar bisa mengakses registrasi bisa langsung melalui aplikasi,” pungkasnya. (ifa/cen) 

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.