Mendagri Kukuhkan Pengurus AKPSI

KUKUHKAN: Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengukuhkan Pengurus AKPSI yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jakarta, Sabtu (16/7). (IST)
KUKUHKAN: Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengukuhkan Pengurus AKPSI yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jakarta, Sabtu (16/7). (IST)

KUALA PEMBUANG-Pengurus Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) masa bakti 2022-2027 dikukuhkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian di Hotel Mercure Jakarta, Sabtu (16/7).

Dimana Ketua Umum AKPSI dijabat oleh Yulhaidir, Bupati Seruyan, dan Sekretaris Jenderal dijabat oleh Dr. H. Kamsol,MM

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh Pengurus AKPSI yang telah dikukuhkan. Dirinya mengharapkan AKPSI yang merupakan organisasi baru yang sudah berbadan hukum, dimana organisasi ini setara dengan organisasi massa yang bersifat sukarela.

Selain itu , pengurus AKPSI ini diminta untuk berkomitmen bersama-sama dalam mengakomodir dan membentuk konsep untuk kinerja organisasi AKPSI dalam menanggulangi permasalahan minyak kelapa sawit,katanya.

Mendagri juga mengingatkan,bahwa tujuan dibentuknya AKPSI adalah bagaimana membuat perkebunan kelapa sawit bisa menjadi primadona dan berkembang kedepannya. AKPSI juga harus memiliki konsep jangka pendek menyelesaikan persoalan yang terjadi serta membuat tata kelola yang benar untuk jangka panjangnya, uajrnya

Sementara itu, Ketua AKPSI Yulhaidir yang juga bupati Seruyan mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri yang telah mengukuhkan kepengurusan AKPSI. Dirinya mengatakan, dengan adanya AKPSI dan dilaksanakannya Munas Pertama AKPSI ini bertujuan sebagai wadah dari daerah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat didaerah kepada pemerintah pusat.

Dimana ada tiga pilar yang akan dijaga yaitu, yang pertama kepentingan negara atau pemerintah, kedua kepentingan investasi dan ketiga adalah kepetingangan rakyat. Dan ketiga ini harus ada keseimbangan supaya roda kehidupan,roda ekonomi dan roda pemerintahan berjalan dengan baik. Pihaknya juga akan turut andil dalam mengawal sehingga target pemerintah pusat bisa tercapai sesuai harapan kita semua,katanya

Dalam kesempatan tersebut, Yulhaidir juga menyampaikan bahwa adanya keluhan dari masyarakat didaerah terkait turunya harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, namun perlahan harga tersebut mulai mengalami kenaikan dari harga sebelumnya yang turun dibawah harga 1000 perkilo Grammy.

Dikatakan, Alhamdulillah saat ini harga TBS dikabupaten Seruyan sudah 1.500 perkilogramnya. Ini semua sinergitas yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. ” Semoga Harga  terendah TBS 1.600 dapat terlaksana dengan haik, dan ini adalah tugas ksmi” sebut Yulhaidir. (yad)

Yulhaidir juga memohon kepada pemerintah pusat agar perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum memberikan Plasma sebesar 20 persen kepada masyarakat agar dapat memberikan atau merealisasikannya.

Dikatakannya, AKPSI dibentuk untuk melindungi sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang berprofesi sebagai petani sawit di Indonesia, dengan dukungan dan perhatian dari Pemerintah Daerah yang tergabung dalam AKPSI. (yad)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.