Pembukaan Lahan Sawit Berdampak

Asisten II Setda Kotim Alang Arianto
DIBINCANGI : Asisten II Setda Kotim, Alang Arianto saat di wawancara awak media belum lama ini. (FOTO : PRI/PE)

Berpengaruh Terhadap Durasi Banjir

SAMPIT – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Alang Arianto menilai banyaknya perkebunan kelapa sawit sangt berpengaruh pada intensitas banjir yang melanda sejumlah desa di wilayah Kotim.

“Memang ada pengaruh pada intensitas banjir khususnya di daerah Kotim ketika pembukaan lahan hutan besar-besaran untuk perkebunan kelapa sawit,” kata Alang, Senin (25/03/2024).

Dirinya menyampaikan sebelum adanya perkebunan sawit pada zaman dulu yang masih sedikit atau bahkan belum ada. Pada saat terjadinya banjir di sebuah desa, itu airnya akan lebih cepat surut jika dibandingkan dengan saat ini.

“Contohnya saja seperti di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, apabila ada hujan sedikit saja jika bertepatan dengan air pasang maka akan terjadi banjir. Tetapi jika dibandingkan sekarang dengan dulu, itu lebih cepat surut saat belum ada perkebunan kelapa sawit dan masih banyak hutan,” ujarnya.

Lanjutnya, ditambah kondisi geografis desa yang berdekatan dengan sungai, pad saat hujan deras bersamaan dengan terjadi pasang air laut, maka dipastikan akan terjadi banjir.

“Pembukaan hutan untuk perkebunan sawit memang berpengaruh terhadap durasi banjir yang menjadi lebih lama, memang desa-desa yang dekat dengan sungai berpotensi sekali terjadinya banjir, namun durasinya lebih sebentar,” pungkasnya. (pri/nur)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.