Rektor UPR Bekali Peserta KKN

PAPARAN: Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia saat memberikan pembekalan kepada peserta KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama di aula Palangka UPR, Selasa (19/7). (IST UPR)
PAPARAN: Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia saat memberikan pembekalan kepada peserta KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama di aula Palangka UPR, Selasa (19/7). (IST UPR)

Paparkan Materi Kearifan Lokal Kalimantan Tengah

PALANGKA RAYA – Tiba saatnya Rektor memberikan pembekalan kepada peserta KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama di aula Palangka UPR, Selasa (19/7/2022).

Dihari ketiga pembekalan, sebelum peserta KKN diberangkatkan ke lokasi pengabdiannya, Rektor Dr Andrie Elia memberikan bekal dengan materi kearifan lokal.

Rektor menyampaikan, bahwa nantinya para peserta yang akan mengikuti kegiatan KKN Kebangsaan di Pulang Pisau dan Kuala Kapuas wajib mengenal dan menghormati Kearifan Lokal yang ada di Kalimantan Tengah.

“Dimana ada 4 pilar menjadi soko guru tegaknya budaya betang, yaitu: Jujur, Setara, Kekeluargaan dan Abdi atau Taat Hukum. Hal ini juga ajaran utama kita sebagai manusia yang berbudi pekerjaan baik, diajarkan di bangku sekolah hingga perguruan tinggi,” Ucapnya.

Lanjutnya, kejujuran sebagai nilai tertinggi, dari nilai ini lahirlah azas-azas hukum kesetaraan, kebersamaan atau kekeluargaan dan gotong royong, sebagai inti dari norma hukum baik formil maupun adat.

Norma hukum tersebut berfungsi sebagai pedoman perilaku yang disimbolkan dengan budaya huma betang atau huma hai.

“Bersumber dari huma hai atau huma betang lahirlah manusia (orang Dayak) sebagai bumi putera dari ibu pertiwi,” katanya.

Lanjutnya lagi, filosofi tersebut memunculkan pola pikir, bahwa antara manusia dan alam semesta (bumi, air, udara dan kekayaan alam) yang terkandung di dalamnya mempunyai hubungan yang bersifat abadi.

Oleh karenanya, rektor mengimbau, kepada peserta KKN Kebangsaan, harus menghormati kebudayaan setempat, kelestarian alam, aturan dan norma dimana mereka nantinya ditempatkan.

“Unsur budaya tentu mengatur apa saja yang boleh dilakukan dan tidak. Hal ini juga harus dijaga. Tanyakan kepada masyarakat sekitar tempat kalian melakukannya pengabdian dalam KKN Kebangsaan,” ucapnya.

Dirinya juga mengharapkan, peserta KKN dapat mencatat segala hal baru yang ditemui. Kemudian mencari solusi dari beragam persoalan yang ditemui di masyarakat.

“Anak-anak ku, pergunakan pengetahuan, nalar dan inovasi kalian untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan wilayahnya. Berikan juga edukasi tentang nilai-nilai Pancasila  untuk menjaga persatuan bangsa. Manfaatkan waktu satu bulan ini untuk mengembangkan diri kalian dan masyarakat. Saya berdoa, semoga selama menjalankan tugas KKN, kalian sehat dan selamat sampai kembali lagi ke sini (UPR) dan kembali ke tempat masing-masing,” tutupnya sembari melepas keberangkatan peserta KKN lokasi pengabdian. (rul/abe)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.