Safari Ramadan Sembuhkan ‘Penyakit’ Kuman

Safari Ramadan Sembuhkan ‘Penyakit’ Kuman
HADIRI : Wakil Ketua DPRD Gunung Mas, Binartha, saat menghadiri safari Ramadan di Kelurahan Rabambang Kecamatan Rungan Barat, Selasa (26/3/2024). (FOTO :IST/PE)

KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menyelenggarakan Safari Ramadhan 1445 Hijriah, ke beberapa desa dan kecamatan yang ada di daerah ini.

Safari Ramadhan yang langsung dipimpin Bupati Gumas Jaya S Monong mengajak semua komponen termasuk  sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunung Mas (Gumas).

Wakil Ketua DPRD Gumas Binartha safari ramadhan merupakan ajang untuk memperat tali silaturahmi dan tali persaudaraan antar umat beragama. Khususnya antara anggota dewan, pemerintah daerah dengan masyarakat.

“Kegiatan Safari Ramadan ini saya rasakan cukup penting dilakukan setiap tahun, dalam rangka mempererat jalinan silaturahim antara masyarakat dengan unsur Forkopimda di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gunung Mas,” kata Wakil Ketua DPRD Gunung Mas Binartha, Selasa (26/3/2024).

Safari Ramadan, kata Binartha sebagai solusi untuk menyembuhkan beberapa ‘penyakit’ yang mulai menyerang umat manusia. Beberapa ‘penyakit’ dimaksud, yakni Kuman (Kurang Iman), Kurap (Kurang Rapi), Kudis (Kurang Disiplin) serta Kutil (Kurang Teliti).

“Yang kami maksud kurang iman ialah sudah mulai memudarnya kepercayaan antara pemimpin dan rakyatnya. Sedangkan kurang rapi adalah suatu kebiasaan mengerjakan pekerjaan dengan tidak memperhatikan kerapihan,” ujarnya.

Menurut dia ‘penyakit’ Kudis (Kurang disiplin) belakangan ini tampaknya mulai menyerang sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gumas. Hal ini sangat mengganggu tugas pelayanan kepada masyarakat.

Begitu juga ‘penyakit’ Kutil (Kurang Teliti) sepertinya juga mulai menghinggapi sejumlah ASN dan juga masyarakat. Kutil ini maksudnya mengerjakan pekerjaan kurang memperhatikan faktor ketelianya. Sehingga ada saja pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Dari kurang teliti akan berakibat pada kekeliruan yang selanjutnya menghasilkan hal-hal yang tidak diharapkan,” tukas dia.

Untuk mengatasi semua penyakit tersebut, lanjut calon legislative Gumas dengan perolehan suara terbanyak solusinya dengan empat jiwa. Yaitu jiwa cerdas artinya mampu mengoptimalkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

“Kemudian jiwa keras maksudnya ialah selalu optimis menghadapi tantangan, selanjutnya jiwa tuntas yaitu mengerjakan tugas hingga selesai,” pungkas Obin. (nya)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.