Sekda Sukamara Buka Secara Resmi Rembuk Stunting

MERESMIKAN: Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara Rendy Lasmana saat membuka secara resmi Rembuk Stunting, di Aula Bapedda Sukamara, Senin (27/6). (IST FOR PE)
MERESMIKAN: Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara Rendy Lasmana saat membuka secara resmi Rembuk Stunting, di Aula Bapedda Sukamara, Senin (27/6). (IST FOR PE)

SUKAMARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara Rendy Lesmana membuka secara resmi Rembuk Stunting yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara, digelarnya  rembuk stunting ini dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting diwilayah Kabupaten Sukamara. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Bapedda Sukamara.

Rendy mengutarakan bahwa masalah stunting di Kabupaten Sukamara masih perlu mendapat perhatian serius, sebab masalah tersebut semakin buruk lantaran adanya pandemi Covid-19 yang melanda dua tahun terakhir.

“Jadi untuk masalah stunting di Kabupaten Sukamara ini masih perlu mendapat perhatian serius, mengingat masalah tersebut semakin buruk lantaran naiknya angka Covid-19 yang melanda dua tahun terakhir. Karena lagi naik-naiknya angka Covid-19 kemarin yang menyebabkan masyarakat ragu untuk mendatangi posyandu untuk memantau status perkembangan anak,” ucap Rendy, di Aula Bapedda Sukamara, Senin (27/6).

Sementara itu Rendy juga menjelaskan bahwa permasalahan stunting di Kabupaten Sukamara juga meningkat dengan adanya naiknya angka pengangguran dan PHK sehingga menyebabkan penurunan kualitas pangan keluarga.

“Tidak hanya disebabkan oleh Covid-19 yang melanda dua tahun terakhir saja, namun naiknya angka pengangguran dan PHK juga menyebabkan penurunan kualitas pangan keluarga. Kondisi tersebut juga ditambah dengan permasalahan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan yang berdampak serius pada perkembangan janin,” terangnya.

Disamping itu juga Rendy mengungkapkan jika dampak dari kurangnya pemenuhan gizi dan nutrisi akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Oleh sebab itu, masalah stunting masih perhatian khusus atas pemenuhan gizi anak utamanya periode seribu hari pertama.

 “Apabila kurangnya pemenuhan gizi dan nutrisi akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu saya minta semua pihak terkait untuk serius dalam upaya percepatan penurunan stunting ini,” tandasnya. (*/iza/jun)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.