/

Suara Emas KSAD TNI Meriahkan KKN Kebangsaan X dan BKS PTN Barat UPR 2022

Jendral Dudung – Pondasinya NKRI, Tiangnya Kesatuan Persatuan dan Atapnya ke-Bhinekaan Tunggal Ika

PALANGKA RAYA – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Jenderal TNI Dr. S.E., M.M. Dudung bernyanyi dalam pembukaan KKN Kebangsaan X dan BKS PTN Barat 2022, Minggu (17/07/2022).
Suara emas bapak jendral menjadi magnet bagi peserta KKN untuk berjoget . Bahkan Rektor UPR Dr Andrie Elia, Ketua panitia KKN Dr Aswin Usop bersama Dr Hasrullah yang merupakan Ketua Tim Pengembang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan 2022 ikut bergoyang menikmatinya.
“Bangun tidur pagi-pagi, tidak perlu pakai batik langsung saja kita bikin kopi,” Lirik lagu dari Jendral Dudung saat memasuki kawasan KKN di stadion mini UPR.
Beliau yang langsung bernyanyi saat memasuki lokasi KKN tersebut, langsung di sambut meriah oleh seisi stadion. Lagu yang diketahui berjudul “Secangkir kopi” Itu, informasinya adalah ciptaan sang Jendral sendiri.
Tidak hanya satu lagu, dirinya juga menanyikan lagu dangdut berjudul Pamer Bojo Cendol Dawet. “Lagu Pamer bojo bisa ya, bisa ya. Agak maju dikit,” Ucap Jendral Dudung yang mencairkan suasana siang saat itu.
Usai memberikan hiburan dan mengembalikan semangat peserta KKN, Jendral Dudung baru memberikan materinya yang berjudul ‘pluraliseme dan ketahanan nasional.
“Pertahanan dan keamanan negara itu adalah faktor yang sangat hakiki dalam menjamin kelangsungan negara. Tanpa harus mampu terhadap ancaman yang datang, suatu negara tidak akan mampu bertahan,” Ucapnya.
Lanjutnya, ancaman suatu negara semakin kompleks, begitu bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hamkam, teknologi, kamtibnas dan bidang hukum. “Ini ancaman terhadap negara semakin komplek, bentuk dan karakteristiknya meliputi tersebut,” Ucapnya.
Jenderal Dudung menekankan, agar kamu milenial saat ini perlu bijak dalam bermedia sosial. Paslanya, saat ini dengan keterbukaan informasi melalui internet, juga diiringi berita hoax dengan menggunakan flatform media.
“Kita lihat saat ini, waktu yang dipergunakan untuk internet oleh generasi milenial rata-rata hampir delapan jam. Dan informasi banyak bersumber dari sumber-sumber sangat terbuka. Oleh karenanya perlu diwaspadai, dijaman saat ini, jaringan internet yang terbuka diiringi dengan berkembangkan berita bohong. Berita yang menggunakan flatform media apabia tidak dicermati dengan baik dan diimbangi dengan budaya literasi yang memadai, maka informasi tersebut akan cepat berkembang di masyarakat,” Katanya.
Lanjutnya, berita bohong dapat menjadi kebenaran, dengan memainkan emosi dan perasaan jika tidak segera di tangani. “Karena kebohongan yang disampaikan secara terus menurut, terlebih disampaikan tokoh maka kebohongan akan menjadi kebenaran. Kita lihat, pada akhirnya hal ini berujung pada konflik sara. Sara dijadikan sarana pertentangan dan kebencian. Media sosial dijadikan alat provokasi yang berujung berbuatan fisik yaitu radikalisme,”katanya.
Oleh karenanya, Jenderal Dudung menghimbau generasi muda harus mewarisi nilai-nilai perjuangan untuk mempertahankan keutuhan NKRI.
“Sejarah telah kemerdekaan Indonesia telah membuktikan jiwa persatuan dan kesatuan adalah kunci mempertahankan idiologi Pancasila. Dimana para pahlawan jaman dulu, mampu melawan penjajah,” Ucapnya.
Pancasila dan nilai nilai bangsa harus menjadi hal dasar yang harus dipegang teguh generasi saat ini, hal ini akan merajut kebhineka tinggal ika ditengah perbedaan.
“Kalau kita bersatu, maka ancaman yang mau memecah belah bangsa ini akan teratasi. Kesatuan dan persatuan bangsa harus dipertahankan. Saya harap, mahasiswa sebagai agen perubahan, untuk dapat mengedukasi nilai nilai bangsa Indonesia seperti menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, toleransi, nasionalisme ditengah masyarakat dimanapun kalian berada,”tutupnya. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.